Peta Wisata Kulonprogo

Pilih Tempat Wisata Dengan Klik Pada Area Wisata

Gunakan Browser Chrome untuk dapat menggunakan peta

Akan Ada survei Pembangunan Kincir Angin Pembangkit Listrik


Radarjogja - Bina Technic Jakarta bekerjasama dengan UPC dari Amerika Serikat akan melakukan survei pembangunan kincir angin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di wilayah Kulonprogo. Pembangunan ini akan menempati lahan 300 hektare di sebelah timur Sungai Progo.

Menindaklanjuti survei tersebut pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Yakni, PT Jogja Magasa Iron (JMI), Sat Radar Congot yang berkaitan dengan bandara, serta PLN. Koordinasi dilakukan di Pemkab Kulonprogo kemarin (24/10).

Sekretaris Daerah Kulonprogo Budi Wibowo mengatakan, pembangunan kincir angin PLTB bisa dilakukan dengan catatan tidak melanggar wilayah bandara dan kontrak karya dengan PT. JMI dalam penambangan pasir besi. Seluruh hasil listrik dari PLTB akan dikerjasamakan dengan PLN.

”Ada kemungkinan ditempatkan di sebelah timur Sungai Progo karena ada lahan sekitar 300 hektar,” ucapnya.
Dia menjelaskan, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo juga sudah memberikan izin kepada Bina Technic Jakarta maupun UPC AS untuk melakukan survei. Dalam surat izin tersebut juga dicantumkan agar pembangunan tidak melanggar wilayah bandara dan wilayah kontrak karya.


Saat ini masih dalam tahapan penyusunan feasibility studies (FS). Kemungkinan selesai selama tiga bulan. ”Besok (hari ini, Red) mereka akan datang untuk melakukan survey,” katanya.


Sekda menjelaskan, tinggi kincir angin PLTB tersebut mencapai 160 meter dengan kapasitan kekuatan satu turbin mencapai 50 mega wat. Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan satu turbin mencapai 750 meter persegi dengan ukuran kincir 25x30 meter.

Pembangunan kincir angin di Kulonprogo merupakan pengembangan dari pembangunan di Pantai Samas yang sudah mengantongi izin Kementrian ESDM.

”Modal nantinya mereka yang mencari. Berapapun jumlahnya tergantung kebutuhan karena akan dikerjasamakan dengan investor. Penggunaan listrik juga akan dikerjasamakan dengan PLN,” katanya.
General Manajer PT JMI Mochsen Al Hamid saat ditemui usai pertemuan mengatakan, tidak masalah dengan rencana tersebut. Menurut pemerintah kabupaten, rencana pembangunan kincir angin dilakukan di luar wilayah kontrak karya penambangan pasir besi PT. JMI. ”Kalau pembangunan di luar wilayah kontrak karya, kami tidak masalah,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Penanaman Modal (KPM) Kulonprogo Agung Kurniawan mengatakan, pembangunan kincir angin sebelumnya sudah ada di Pantai Samas dan Pandansimo, Bantul. Sedangkan rencana pembangunan di wilayah Galur, Kulonprogo, merupakan pengembangan
 

Download Templates